Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja mendadak ke Provinsi Kalimantan Barat pada hari ini untuk meninjau langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kian meluas. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya jumlah titik api (hotspots) yang mulai mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.
Meninjau Titik Api dari Udara dan Darat
Setibanya di Bandara Supadio, Pontianak, Presiden Prabowo langsung menaiki helikopter super puma milik TNI AU untuk memantau kondisi hutan yang terbakar di wilayah Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Mempawah. Dari udara, Presiden menyaksikan hamparan lahan gambut yang mengeluarkan asap pekat.
Setelah pantauan udara, Presiden beserta rombongan terbatas menuju salah satu lokasi pemadaman darat di daerah terisolasi. Dengan mengenakan sepatu boots dan perlengkapan lapangan, Presiden berdialog langsung dengan petugas Manggala Agni, TNI, dan Polri yang sedang berjibaku memadamkan api di garis depan.
Instruksi Tegas: “Jangan Biarkan Rakyat Sesak Napas”
Dalam keterangannya di lokasi kebakaran, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penanganan Karhutla harus dilakukan dengan cepat dan terpadu. Beliau memerintahkan penambahan personel dan armada water bombing untuk mempercepat pemadaman di area yang sulit dijangkau.
“Saya instruksikan seluruh jajaran, baik pusat maupun daerah, TNI, Polri, dan BNPB untuk bersinergi. Jangan tunggu api membesar baru bergerak. Kita harus lindungi hutan kita, dan yang paling penting, jangan biarkan rakyat kita menderita sesak napas karena kabut asap,” tegas Presiden Prabowo di hadapan awak media.
Presiden juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk membasahi lahan gambut yang kering agar api tidak terus merambat di bawah permukaan.
Sanksi Berat bagi Pembakar Hutan
Selain fokus pada pemadaman, Presiden Prabowo juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang sengaja membakar lahan untuk kepentingan pembukaan lahan perkebunan.
“Saya sudah perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk menindak tegas tanpa kompromi. Siapa pun, baik individu maupun korporasi yang terbukti dengan sengaja membakar lahan, harus diproses hukum seberat-beratnya. Ini adalah kejahatan terhadap lingkungan dan kemanusiaan,” tambahnya dengan nada bicara yang tegas.
Komitmen Pencegahan Jangka Panjang
Kunjungan ini juga dimanfaatkan Presiden untuk mengevaluasi program pencegahan Karhutla jangka panjang. Beliau mendorong penguatan ekonomi desa di sekitar hutan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada cara-cara tradisional membakar lahan untuk bercocok tanam.
“Kita akan perkuat bantuan alat mesin pertanian dan insentif bagi desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari api. Pencegahan jauh lebih murah dan efektif daripada memadamkan api yang sudah terlanjur besar,” tutup Presiden sebelum melanjutkan agenda kunjungan ke posko kesehatan bagi warga terdampak asap.
Kehadiran Presiden Prabowo di titik nol kebakaran ini diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi para petugas di lapangan serta mempercepat koordinasi antar-lembaga dalam mengatasi krisis Karhutla yang rutin melanda Kalimantan di musim kemarau.